Gie....iLL pHEnomeNon


siapa ituu Soe Hok Gie….?Mungkin itulah pertanyaan yang ada di kepala anak muda zaman sekarang . Sejarah memang selalu kalah dari popularitas . Anak muda cenderung mengenal selebritis daripada seorang revolusioner seperti Soe Hok Gie ….

Anak muda tak dapat disalahkan , mungkin ini terjadi karena di dalam buku pelajaran sejarah , nama Soe Hok Gie tak pernah disinggung sama sekali , padahal ia adalah seseorang yang mempunyai andil besar terhadap runtuhnya Orde Lama .

Gie adalah seorang mahasiswa yang berjuang demi suatu nilai kemerdekaan dan anti penindasan terhadap kaum lemah . Namun satu hal yang patut ditiru dari sosoknya adalah sikapnya yang anti kompromi terhadap kemunafikan.....Sungguh seorang nasionalis sejati……

Soe Hok Gie merupakan sebuah fenomena besar di dalam sejarah dunia gerakan kepemudaan di Indonesia terutama gerakan Mahasiswa. Tetapi sebelum kita lebih jauh merefleksikan hal tersebut alangkah lebih baiknya kita mengenali terlebih dahulu siapa sang revolusioner ini yang mungkin saja masih terdengar asing bagi generasi muda saat ini……

Gie melewatkan pendidikannya di SMA Kanisius. Tahun 1962-1969 ia melanjutkan studinya di Fakultas Sastra Universitas Indonesia Jurusan ilmu sejarah . Di masa kuliah inilah Gie menjadi aktivis kemahasiswaan . Banyak yang meyakini gerakan Gie berpengaruh besar terhadap tumbangnya Soekarno dan termasuk orang pertama yang mengritik tajam rezim Orde Baru. Ketika keadaan perekonomian di tanah air semakin tidak terkendali sebagai akibat adanya depresi perekonomian pada sekitar dekade enam puluhan yang mengakibatkan kemudian pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan seperti pemotongan nilai mata uang (Sanering) yang menurut Gie hal ini akan semakin mempersulit kehidupan rakyat Indonesia . Dia mencatat: " Kalau rakyat Indonesia terlalu melarat , maka secara natural mereka akan bergerak sendiri . Dan kalau ini terjadi, maka akan terjadi chaos . Lebih baik mahasiswa yang bergerak ." Maka bergeraklah sang demonstran yang revolusioner …..

Mulai saat itulah hari-hari Gie diisi dengan berbagai aktivitas di dalam dunia pergerakan seperti rapat-rapat , demonstrasi , aksi pasang memasang ribuan selebaran propaganda , sampai dengan ancaman teror serta cacian dari penguasa karena aktivitas pergerakannya menjadi suatu hal yang lumrah bagi Gie , Aku ingin agar mahasiswa-mahasiswa ini , menyadari bahwa mereka adalah ‘the happy selected few’ yang dapat kuliah dan karena itu mereka harus menyadari dan melibatkan diri dalam perjuangan bangsanya . Dan kepada rakyat aku ingin tunjukkan , bahwa mereka dapat mengharapkan perbaikan-perbaikan dari keadaan dengan menyatukan diri di bawah pimpinan patriot-patriot universitas ( mahasiswa ) begitu tulisnya .

Gie sendiri dalam buku Catatan Seorang Demonstran, menulis soal aktivitas gerakannya tersebut: " Malam itu aku tidur di Fakultas Psikologi. Aku lelah sekali. Lusa Lebaran dan tahun yang lama akan segera berlalu. Tetapi kenang-kenangan demonstrasi akan tetap hidup ." Dia adalah batu tapal daripada perjuangan mahasiswa Indonesia . Batu tapal dalam revolusi Indonesia dan batu tapal dalam sejarah Indonesia . Karena yang dibelanya adalah keadilan dan kejujuran . Selain itu juga Gie ikut mendirikan Mapala UI. Salah satu kegiatan pentingnya adalah naik gunung .

Bersama Mapala UI Gie berencana menaklukkan Gunung Semeru yang tingginya 3.676 m. Sewaktu Mapala mencari pendanaan, banyak yang bertanya kenapa naik gunung dan Gie berkata kepada teman-temannya: “Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya . Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung .”

Kalau saja Gie masih hidup, maka tentunya ia akan sangat marah menyaksikan berbagai macam penderitaan yang belakangan menimpa masyarakat di bumi Nusantara. Hampir bisa dipastikan , ia akan kecewa dan menangis melihat generasi bangsa terkena penyakit busung lapar , polio, gizi buruk , flu burung , beban kenaikan kembali dan penyelelundupan BBM serta beban pendidikan mahal .

Ole-ole dari saudara Arfan
Seorang Mantan Ketua BEM Progres FE UH Baraya, Seorang Anggota Angkatan I MAHESA Dan Sekarang Dengan ikhlas Setulus Hati Mengorbankan waktunya demi kelestarian Lingkungan.., thanks, Brother...
May God Bless You...

0 komentar:

Tulisan Terbaru

...... ........